Sabtu, 01 Maret 2014

Bersepeda dengan Batik
Menyambut Batik Sebagai Warisan Budaya Dunia
 
Pada tanggal 12 Oktober 2009 lalu, akhirnya batik dikukuhkan sebagai warisan budaya dunia yang berasal dari Indonesia, menyusul wayang(2003) dan keris (2005) oleh UNESCO (United Nations Educationa Scientific and Cultural Organization). Perjalamam batik untuk mendapatkanpengakuan dunia, tidak mudah. Saat ini banyak dijumpai karya-karya batik dari beberapa negara, walaupun belum pada taraf "merebut" pengakuan batik berasal dari negara mereka. Hanya negara tetangga sesama serumpun melayu saja yang mencoba merebut pengakuan asal batik. UNESCO merupakan badan khusus PBB yang didirikan pada tahun 1945, beranggotakan 191 negara termasuk Indonesia dan bermarkas di Paris, Perancis. Tujuan UNESCO adalah mendukung perdamaian melalui kerjasama pendidikan, ilmu pengetahuan, dan budaya antar negara dalam rangka rasa saling menghormati yang berlandaskan keadilan, hukum, HAM, dan kebebasan hakiki. Salah satu yang gencar dilakukan UNESCO adalah menyusun karya budaya yang dianggap bernilai tinggi bagi peradaban umat manusia atau Masterpieces of thae Oral and Intangible Heritage of Humanity. Wayang, keris, dan batik masuk dalam kategori ini. Pengukuhan batik ini mendorong seluruh masyarakat Indonesia untuk merayakan dengan memakai batik pada hari itu. Tak mau ketinggalan untuk turut serta dalam kegembiraan dan kebanggaan terhadap batik adalah Komunitas Bike to Work. Komunitas yang menggalakan pengguna sepeda menuju tempat kerja ini menggelar parade batik bersepeda. Acara ini adalah kegiatan bersepeda bersama dengan memakai batik. Dimulai sejak pukul 17.00 WIB dari Bundaran Hotel Indonesia dan diakhiri dengan halal bohalal bersama Pemprov DKI Jakatra di Balaikota.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar